Upacara berlangsung khidmat dengan susunan petugas yang berasal dari unsur TNI, Polri, dan pejabat daerah.
Edo juga menyampaikan, tingkat pengangguran terbuka berhasil kita tekan menjadi 6,29 persen, turun dari 7,66 persen pada tahun sebelumnya.
Kota Cirebon,
wartapolisi.com || Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Cirebon yang digelar di Stadion Bima Madya, Minggu, 17, Agustus 2025.
Upacara berlangsung khidmat dengan susunan petugas yang berasal dari unsur TNI, Polri, dan pejabat daerah.
Dalam amanatnya, Walikota Cirebon Effendi Edo mengatakan, di usia 80 tahun Republik Indonesia, patur bersyukur bahwa Kota Cirebon pun ikut menorehkan capaian-capaian positif dalam perjalanan pembangunannya.
"Alhamdulillah, pada triwulan pertama tahun 2025, ekonomi Kota Cirebon tumbuh sebesar 4,89 persen. Pertumbuhan ini ditopang oleh tiga sektor utama yang menjadi kekuatan kita: perdagangan, transportasi dan pergudangan, serta industri pengolahan. Inilah sektor-sektor yang menggambarkan denyut nadi Cirebon sebagai kota jasa dan kota perdagangan," jelasnya.
Tidak hanya itu, Effendi Edo menerangkan, angka kemiskinan yang terus menurun, kini berada pada 9,02 persen, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
"Penurunan ini tentu bukan semata angka, melainkan bukti nyata bahwa berbagai ikhtiar kita—mulai dari pengendalian inflasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penguatan daya saing daerah—telah membuahkan hasil."
Edo juga menyampaikan, tingkat pengangguran terbuka berhasil kita tekan menjadi 6,29 persen, turun dari 7,66 persen pada tahun sebelumnya.
“Dan syukur alhamdulillah, inflasi di bulan Juli 2025 tetap terkendali pada angka 0,53 persen secara bulanan, atau 2,53 persen secara tahunan. Tentu, kita menyadari bahwa tantangan global dan dampak pasca-pandemi masih terasa,” katanya.
Ditambahkan walikota, kepemimpinan bukan sekadar mengelola kota, melainkan menghidupkan kembali semangat kemerdekaan di tengah-tengah masyarakat.
"Kita ingin menjadikan Kota Cirebon sebagai Kota yang Sejahtera, Tertata, Aspiratif, Religius, Aman, dan Berkelanjutan.
Sejahtera, karena hasil pembangunan tidak hanya dinikmati oleh yang kuat, tetapi juga dirasakan oleh yang lemah. Tertata, karena kota ini harus berkembang dengan perencanaan yang jelas," katanya.
Aspiratif, menurut Edo, karena pemerintah wajib mendengar suara rakyatnya. Religius, karena kota ini berdiri di atas fondasi spiritual yang kuat, warisan para wali yang menanamkan nilai kasih sayang, keadilan, dan persaudaraan.
"Aman, karena ketenteraman adalah hak setiap warga. Berkelanjutan, karena pembangunan tidak boleh mengorbankan masa depan generasi berikutnya.
Semua ini adalah jalan panjang, jalan yang memerlukan kerja sama, bukan hanya kerja pemerintah," ujarnya.
Tidak hanya itu, dalam paparannya, walikota menyebut indikator sosial-ekonomi kita juga menunjukkan tren yang menggembirakan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Cirebon pada tahun 2024 telah mencapai 77,08, sebuah pencapaian yang menempatkan kota kita dalam kategori tinggi," terangnya.
"Perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia memberi pengaruh pada daerah. Namun, kita tidak boleh pesimis. Justru dengan sinergi lintas sektor, dengan semangat gotong royong, kita akan mampu menjaga momentum pemulihan ini," paparnya.
Walikota Cirebon Effendi Edo menerangkan, bahwa setiap pelajar Kota Cirebon yang rajin belajar adalah harapan masa depan bangsa
"Setiap pengusaha kecil di Kota Cirebon yang pantang menyerah adalah tulang punggung kemandirian ekonomi.
Setiap ASN Kota Cirebon yang bekerja jujur dan bersih adalah benteng tegaknya negara."
"Setiap warga Kota Cirebon, siapapun dia, adalah cahaya kemerdekaan yang terus menyala, penjaga persatuan, dan penentu kemajuan Kota Cirebon dan Indonesia di masa depan,"pungkasnya.
Rangkaian upacara peringatan berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, organisasi masyarakat, veteran, pelajar, serta undangan lainnya.
Bertindak sebagai komandan upacara yakni Kapten (Arm) Toto dari Kodim 0614/Kota Cirebon. Pembaca teks Proklamasi Kemerdekaan adalah Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio.
Sedangkan pembaca teks Pancasila dilakukan oleh Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, dan pembaca teks UUD 1945 oleh Dandim 0614/Kota Cirebon, Letkol (Inf) Saputra Hakki.
Adapun tema peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia tahun ini adalah “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.”
Sedangkan petugas pengibaran pada upacara peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik tahun ini adalah, selaku Danton Paskibraka yakni Achmad Muhyidin siswa SMAN 4 Cirebon, petugas pembawa baki bendera pusaka yakni Andini Destiana siswi SMAN 6 Cirebo
Kemudian petugas pengibar adalah Dafa Nabil Fashih siswa SMAN 6 Cirebon, Christiano Lasroha Pakpahan siswa SMAN 8 Cirebon dan Marlon Cakti Wisanggeni siswa SMAN 6 Cirebon.
Usai upacara, ribuan pelajar se-Kota Cirebon menampilkan tarian kolosal yang memukau. Pertunjukan tersebut menjadi simbol semangat persatuan, keberagaman, dan kebanggaan generasi muda terhadap bangsa Indonesia. Dilanjut dengan pemberian remisi kepada warga binaan Lapas Kelas 1 Cirebon. (*Red)
Posting Komentar